Cinta


Mengapa cinta bisa memudar dan kemudian menghilang? ternyata, menurut Al
Ghazali manusia itu hanya mencintai dirinya sendiri. Kalaupun dia
mencintai orang lain itu juga sebenarnya demi dirinya sendiri.

Jadi kalau ia mencintai orang yang berbuat baik, maka itu karena
kebaikannya. Ia sebenarnya bukan mencintai diri orang yang berbuat baik
tersebut. Ini jelas hanya respon terhadap salah satu tindakan baiknya.
Jika kebaikannya habis, maka habis pula cintanya, walau diri orang yang
berbuat baik itu masih ada. Jika kebaikannya bertambah maka bertambah pula
cintanya. Begitupun jika kebaikannya berkurang maka berkurang juga
cintanya. Cinta bisa bertambah atau berkurang sesuai dengan bertambah
atau berkurangnya kebaikan orang yang dicintainya tersebut…

Sekilas terkesan sangat egois dan tidak anggun , tapi itulah realitanya. Jadi jangan terburu
senang atau GR jika ada yang mengatakan “Aku mencintaimu” atau dipuji atau disanjung dengan kata-kata manis…karena
sebenarnya itu refleksi bahwa dia mencintai kebaikan, kebahagian dan
kesenangan yang telah kita berikan padanya. Jadi bukan mencintai diri kita
sebagai wujudnya. Kita dicintai sebagai penyebab bagi adanya kebaikan,
kebahagian dan kesenangan buat dia. Lalu bagaimana jika kebaikan,
kebahagian dan kesenangan itu sudah tidak bisa ia dapatkan lagi dari kita?
atau berkurang kadarnya? jangan heran jika cintanya pun akan berkurang dan bahkan hilang…
Apalagi berbeda tempat yang amat jauh…
yang mana kita tidak tahu apa yang dia lakukan…
Janganlah Engkau mencintai berlebihan…
Kau akan merasakan betapa sakitnya Cintamu dikhianati…
Karena arti hati (QALBU) = sesuatu yang mudah berbalik….

Berbahagialah ketika ada yang mengatakan”Aku mencintaimu karena Alloh”,
karena orang yang hatinya diliputi kecintaaan kepada Alloh Swt pasti juga
mencintai makhluk seluruhnya karena wujudnya, karena mereka adalah
ciptaanNya.

-disarikan dari kitab al-mahabbah wa al-syawq wa al-Uns wa al-ridha
karangan Imam Al-Ghazali-

Jadilah Seperti Akar

Menjadi akar, Meski berada diBawah tanah,ternyata tidaklah mudah karena ia rela tidak terlihat,berada tersembunyi dalam kegelapan bersama tanah, karena ia tidak pernah mengeluh, dengan kuat akarnya menghujam kedalam bumi karena ia tidak pernah bosan menyangga batangnya menjulang ke Langit, karena ia tidak pernah kelelahan mengalirkan sari air keBatang-batangnyanya hingga memberikan buah yang lezat. karena ia tidak pernah berhenti untuk Mengajarkan hakikat KEIKHLASAN yang SEJATI yang TIDAK PERLU TERLIHAT, TIDAK perlu DIPUJI tapi dengan tulus melakukan tugasnya. Semangat kawan!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: