semangat


15 KIAT MENDONGKRAK SEMANGAT KERJA YANG MULAI MELEMPEM

Apakah Anda merasa semangat kerja mulai menurun, tak bergairah untuk berangkat kerja, merasa masa depan pekerjaan tak menentu karena jenjang karier sepertinya hanya milik beberapa orang yang dekat dengan pucuk pimpinan. Atau malas bekerja secara maksimal karena berpikiran: “Toh, karierku juga nanti akan begini-begini saja”, serta kesulitan dalam berkonsentrasi dalam menangani pekerjaan. Bila jawaban Anda “ya” untuk lebih dari dua kategori di atas, mungkin Anda saat ini berada di ambang bahaya. Mungkin karier Anda sekarang ini sedang menuruni bukit. Tapi tentunya Anda tak menginginkan hal demikian terjadi, bukan? Untuk itu, simak cara-cara berikut ini yang mungkin dapat digunakan untuk mendongkrak karier Anda sehingga mencapai prestasi tertinggi, sekaligus membuat Anda terbebas dari masalah Anda saat ini.
1. Keinginan untuk Berubah

Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah mengubah pola pikir Anda. Anda sendiri yang harus punya keinginan untuk keluar dari kemelut Anda sekarang dan meraih masa depan. Karena hanya diri Anda sendirilah yang bisa mengatasi “kemelut” Anda tersebut. Pepatah mengatakan, obat yang paling mujarab ketika sakit bukanlah treatment medis yang super canggih, melainkan kemauan untuk sembuh dari penyakit itu.

2. Fokus pada Penyebab

Setiap orang pernah mengalami masalah dalam pekerjaan dengan sebab yang berbeda-beda. Solusinya pun bervariasi pada setiap orang. Yang harus Anda lakukan adalah menemukan penyebab utamanya. Sebenarnya apa yang membuat Anda merasa kurang bergairah bekerja? Jika Anda sudah menemukannya, segeralah cari solusinya!

3. Sadari Diri Anda

Anda yang paling tahu tentang kemampuan sendiri, jadi buatlah langkah-langkah yang harus ditempuh untuk menyelesaikan masalah Anda. Anda juga harus jujur pada diri sendiri, apa sebenarnya tujuan, keinginan, kekuatan, dan kelemahan diri Anda sendiri. Apa pula yang telah Anda lakukan selama ini untuk memaksimalkan kemampuan Anda?

4. Bersikaplah Proaktif

Hidup seperti sebuah game di mana Andalah pemainnya. Jika Anda ingin menang, Anda harus berinisiatif untuk memacu diri Anda sendiri untuk berhasil. Walau kelihatannya karier Anda seakan mandeg di tempat ataupun Anda di tempatkan di ujung dunia yang terpencil tanpa jenjang karier yang jelas, Anda harus bersikap proaktif, cepat menangap peluang. Anda harus berinisiatif dan tidak menunggu bintang jatuh. Untuk itu Anda perlu membuat perencanaan strategis. Tentunya, bersikap proaktif berarti berani mengambil tanggung jawab dan tidak menyalahkan pihak lain jika gagal. Karena sesuatu yang terjadi pada Anda, pasti ada keterlibatan Anda di dalamnya.

5. Kejar Impian Anda

Bila Anda tak bersemangat kerja karena sudah tak ada kepuasan kerja dan tak mendapatkan tantangan lagi dari tugas Anda yang sekarang, mintalah proyek tambahan pada atasan. Yakinkan atasan bahwa Anda mampu menangani proyek yang menuntut tanggung jawab lebih dibandingkan yang Anda kerjakan sekarang. Seandainya atasan Anda tidak melakukan apa-apa, carilah proyek yang sesuai dengan minat dan kemampuan Anda (tentunya setelah mendapat persetujuan dari atasan).

Bila motivasi Anda bekerja adalah karena ingin mengejar status dan gaji yang besar. Bicarakan dengan atasan. Tanyakah bagaimana cara untuk meraih jabatan lebih dari sekarang dan gaji yang lebih. Kemudian, lakukan apa yang jadi tuntutan untuk meraih masa depan impian Anda tersebut. Fokuslah pada hal itu dan tunjukkan pada atasan bahwa Anda adalah salah seorang yang siap dipromosikan kala ada perubahan managemen.

6. Berpikirlah Positif

Selalu berpikirlah secara positif. Ubah sudut pandang Anda yang negatif atas apa yang menimpa dan sedang Anda hadapi kini. Umumnya orang sukses adalah mereka yang selalu optimis dan berpikir positif. Mereka tak pernah membayangkan saat-saat gagal, melainkan kebahagiaan saat-saat menang sehingga segala tindakannya justru diarahkan untuk mencapai kemenangan.

7. Bersikaplah Fleksibel

Orang yang fleksibel selalu siap terhadap perubahan. Ia tak bakalan kesal jika rutinitas pekerjaan diubah. Sebab ia menyadari kalau perubahan itu adalah transisi menuju kemajuan. Jadi jika ia diminta bekerja di kantor cabang lain ataupun dipindah ke tempat terpencil sekalipun, ia akan baik-baik saja karena ia sangat percaya akan kemampuannya untuk cepat belajar. Ia pun yakin akan kemampuannya beradaptasi jika harus bekerja di jam yang berbeda. Seorang staf yang fleksibel juga akan selalu siap menerima bos baru jika bos lama dipromosikan atau dimutasi. Jika ia sendiri yang dipromosikan, maka ia akan senang mempelajari pekerjaan barunya.

8. Antusiaslah

Pertahankan minat yang menggebu terhadap apa yang terjadi di sekitar. Biasanya salah satu hal yang menyebabkan job fatigue adalah kebosanan. Untuk mengatasinya, teruslah bersikap penasaran dan menggali diri. Bersemangat untuk terus belajar dan meng-update keterampilan Anda sehingga menjadi ahli dalam bidang Anda. Jangan pernah puas hanya dengan menyelesaikan tugas yang telah diberikan atasan. Buatlah standar yang tinggi untuk diri Anda sendiri, susun kerangka kerja yang mampu memudahkan pekerjaan Anda sehingga bisa bekerja lebih produktif. Pokoknya, kembangkan poduktivitas diri. Selain itu, kepercayaan diri Anda juga bakalan meningkat seiring semakin bertambahnya pengetahuan Anda. Bergaul dengan orang-orang baru atau lingkungan baru juga sebenarnya merupakan sarana belajar yang sangat besar manfaatnya untuk meningkatkan kepekaan dan pengalaman Anda, lo. Jadi, jangan patah semangat dan merasa tak bisa belajar kala ditugaskan di daerah.

9. Sensitiflah

Untuk kemajuan Anda sendiri, Anda harus mengenal karakter lingkungan, atasan dan rekan kerja Anda di mana pun Anda di tempatkan. Ingatlah bahwa setiap orang mempunyai gaya yang berbeda-beda. Hormati kebiasaan orang lain yang mungkin menurut Anda cukup mengganggu, seperti mengunyah permen karet, merokok, bergosip-ria atau memakai telepon untuk kepentingan pribadi. Jadilah pendengar yang baik dan seandainya bisa, jangan ragu-ragu untuk mengulurkan bantuan. Usahakan agar Anda dapat masuk ke kelompok mana pun.

10. Jangan takut Mengambil Risiko

Orang-orang sukses selalu berani mengambil resiko. Jika Anda tak pernah melakukannya, maka atasan akan berpikir Anda tak pernah bisa diberi tanggung jkawab yang lebih besar. Keluarlah dari kurungan Anda dan hadapi apa yang datang demi masa depan Anda.

11. Ambil Napas

Bila semangat Anda mengendor karena Anda merasa beban pekerjaan yang tak imbang, cepat ambil tindakan. Minta liburan singkat, atau habiskan akhir minggu Anda di sebuah tempat kesukaan Anda. Saat itu, jangan memikirkan tentang pekerjaan sama sekali, nikmati saja hobi Anda. Mungkin kini saatnya Anda mulai menyeimbangkan antara kehidupan kantor dan hobi pribadi. Sebab, menempatkan karir di atas segalanya hanya akan berakibat buruk dalam jangka panjang bagi diri Anda sendiri.

12. Biarkan Orang Lain Membantu

Bila “beban” Anda terasa begitu pepat dan Anda hampir tak tahan menanggungnya, bersikap terbukalah. Berbagi ceritalah dengan anggota keluarga, teman, atasan atau orang lain yang Anda percayai. Bukan hanya Anda saja yang pernah punya masalah dan merasakan hal tersebut. Saling berbagi dan mendapat dukungan adalah salah satu cara paling manjur untuk mengatasi “beban” di tempat kerjaan.

13. Jangan Terpaku di Suatu Hal

Jangan merasa terlalu sibuk untuk mencoba hal baru. Cobalah sesuatu hal baru, apa pun bentuknya, sekarang juga! Tidak masalah apa yang Anda lakukan, yang penting adalah hanya lakukan saja. Tidak harus sesuatu yang besar. Makan makanan baru, mendengarkan musik jenis baru atau memakai potongan rambut berbeda. Dengan demikian, semangat dan keceriaan Anda pun akan terpompa.

14. Jangan Punya Perasaan Iri pada Orang Lain

Tak perlu membandingkan diri Anda sendiri dengan teman Anda ataupun berpikir bahwa orang lain lebih baik dibandingkan Anda. Hitunglah selalu keberuntungan Anda. Ingatlah, setiap permainan selau ada pemenangnya dan Anda tak selalu bisa menang. Dunia penuh dengan orang yang lebih pintar, kaya, kurus, penampilannya lebih baik. Jangan biarkan kecemburuan menghentikan Anda untuk melihat diri Anda yang sesungguhnya dan potensi yang Anda punyai. Jadikan keberhasilan orang lain sebagai pemicu motivasi untuk mengikuti jejaknya.

15. Jangan Selalu Merasa Bersalah

Apa pun kegagalan Anda di masa lalu tak perlu disesali. Perasaan bersalah hanya akan menurunkan semangat Anda. Segera lakukan sesuatu untuk mengurangi perasaan bersalah, entah itu dengan meminta maaf, membayar hutang, atau membisikkan pada diri sendiri “sebuah kalimat” yang memompa semangat Anda kembali bangkit, seperti: “Saya memang kemarin berbuat salah. Di masa datang saya akan lebih berhati-hati dan melakukan lebih baik lagi!”

16. Jangan Mudah Dipengaruhi Orang Lain

Jangan biarkan orang lain mempengaruhi Anda untuk selau berpikiran jelek tentang orang lain. Juga jangan salahkan orang lain untuk situasi jelek yang menimpa Anda. Lebih baik menyingkirlah jauh-jauh dari orang-orang yang membuat Anda selalu berpikiran jelek tersebut. Bergabunglah dengan orang-orang yang selalu optimis dan berpikiran positif, sehingga sudut pandang Anda pun akan terbawa positif. (IM)

DO YOU NEED MOTIVATION?

Apakah Anda tipe orang yang butuh motivasi? Untuk mengetahui apakah Anda termasuk dalam kategori orang yang butuh motivasi atau bukan bisa dilihat dari pola pikir Anda. Pilihlah pernyataan berikut ini dan lihat hasilnya.

1.a. Hidup ini bukan keberuntungan. Semua keberhasilan saya adalah hasil kerja keras saya, tentunya atas izin Allah SWT.

b. Memang nasib saya sial melulu, tak pernah baik. Tuhan memang tak sayang pada saya.

2. a. Hidup selalu diwarnai dengan perubahan, makanya saya harus siap menghadapi berbagai kemungkinan terburuk sekalipun.

b. Saya selalu merasa stress setiap ada perubahan sekecil apa pun di tempat kerja. Entah itu pindah kantor, pergantian job desk, maupun pergantian bos baru.

3. a. Walau tempat tidur terasa nyaman, tapi pekerjaan sudah menunggu.

b. Malas, ah. Lebih baik hari ini bilang sakit saja dan kembali tidur.

4. a. Pagi hari, buka agenda dan lihat jadwal hari ini dan mulai mengerjakan apa yang menjadi prioritas kerja hari ini.

b. Surfing di dunia maya dulu, ah. Kerjaan nanti saja. Toh, masih banyak waktu.

5. a. Hidup, kok, begini-begini terus. Apa, ya, yang bisa membuat hidup lebih bergairah?

b. Sudahlah, daripada mengeluh tentang hidup, lebih baik terima nasib saja.

6. a. Prinsip saya adalah lebih baik mencoba dan gagal daripada tidak berusaha sama sekali.

b. Daripada gagal, lebih baik jangan melakukannya. Pilih hal yang aman-aman saja dan tak bakalan gagal.

7. a. Saya selalu belajar dari kegagalan untuk meraih sukses di kemudian hari.

b. Buat apa buang-buang waktu untuk mempelajari apa yang telah terjadi?

8. a. Ketika kemalangan menimpa saya, saya akan mencari jalan keluar.

b. Saya terus menangisi kemalangan saya. Kenapa hal ini terjadi pada saya?

9. a. Saya senang melakukan hal-hal baru yang menantang kreativitas saya.

b. Saya orang yang senang pada hal-hal yang pasti. Hal baru biasanya belum teruji faktor kegagalan dan keberhasilannya.

10. a. Saya selalu ingin meraih yang lebih di masa depan.

b. Kenapa saya harus ngoyo, toh karier saya juga begini-begini saja.

11. a. Saya berangan-angan untuk menjadi orang-orang sukses.

b. Setiap orang punya nasib sendiri-sendiri. Mungkin saja memang nasib saya digariskannya begini.

12. a. Saya senang orang lain berhasil. Itu akan memotivasi saya untuk maju.

b. Saya merasa lebih pantas mendapatkannya dibandingkan dia.

13. a. Saya memahami segala potensi diri dan berusaha mengoptimalkannya untuk meraih cita-cita.

b. Saya sering berpikir, kenapa harus mencoba? Toh, saya tak bakalan berhasil.

14. a. Saya akan membuat rencana yang baik untuk meraih masa depan saya.

b. Seandainya saya yang menjadi orang sukses tersebut.

15. a. Ayo kita cari solusinya.

b. Sudahlah, tak bakalan bisa berhasil!

16. a. Saya harus bisa mengerjakan lebih baik lagi di masa datang.

b. Syukurlah, saya melakukannya tak seburuk orang lain.

17. a. Ayolah bercerita tentang pengalaman Anda, pasti akan sangat berharga buat saya.

b. Kini saatnya Anda dengarkan keberhasilan saya.

18. a. Kalau berusaha dengan sebaik-baiknya, saya pasti bisa meraih impian saya.

b. Banyak orang yang gagal dalam meraihnya, bagaimana jika saya juga sama?

19. a. Saya bersedia bekerja ekstra demi kemajuan divisi ini.

b. Buat apa kerja lembur kalau tak ada honornya.

20. a. Selamat atas keberhasilan Anda.

b. Dia tak pantas mendapatkan kesuksesan itu,. Orang-orang di sekelilingnyalah yang lebih pantas mendapatkan ucapan selamat.

21. a. Itu memang bukan tugas saya, tapi saya bersedia mencobanya.

b. Maaf, saya sedang sibuk.

22. a. Pasti ada cara yang lebih baik untuk mengatasi hal ini.

b. Hanya itu cara yang biasa dilakukan orang lain.

23. a. Wah, bagaimana Anda melakukannya?

b. Ini faktor keberuntungan belaka.

24. a. Minta bicara pada atasan dan ingin tahu tentang hasil kerja dan bagaimana cara meningkatkannya.

b. Tak perlu ditanyakan. Sudah kebaca. Hanya anak buah kesayangannya saja yang bakalan mendapatkan promosi.

25. a. Saya tak senang dengan suasana kerja sekarang. Mungkin ada baiknya bila saya ajukan gagasan baru untuk membantu menemukan perubahan yang baik.

b. Saya tak betah kerja, makanya saya sering bolos kerja.

Interpretasi:

Nah, bagaimana hasil Anda? Tentunya Anda harus jujur pada hati nurani, pernyataan bagian manakah yang sering Anda ajukan.

– Jika kebanyakan penyataan “a” yang Anda ajukan: Selamat! Anda termasuk kategiri orang-orang positif yang belum membutuhkan motivasi dari luar maupun dari diri sendiri.

– Jika kebanyakan pernyataan “b” yang Anda ajukan: Gawat! Anda termasuk orang yang butuh dimotivasi terus. Sudah saatnya kini Anda mengubah pola pikir Anda dan mulai melaksanakan tips di atas. Bila tidak, Anda akan tetap diam di tempat. Justru dengan Anda melakukan perubahan atas masa depan Anda, Anda bisa keluar dari kemelut Anda sekarang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: